Siapa bilang Riau tidak memiliki wisata alam yang indah, Riau juga memiliki beberapa wisata alam air terjun, salah satunya air terjun batu dinding di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Alasan kenapa disebut air terjun batu dinding karena air yang keluar bukan melalui sungai, tapi melalui sela sela dinding yang terjal. Wisata alam ini memiliki tiga air terjun, lokasi dengan ketinggian air terjun paling tinggi berada pada titik yang paling jauh. Air yang sejuk membuat rasa lelah perjalanan yang membutuhkan waktu 30 menit perjalanan terasa hilang.
Lokasi air terjun ini berkisar 102-104 km (atau sekitar 3 jam) dari kota Pekanbaru menggunakan sepeda motor. Pengunjung melewati jalan menuju Lipat Kain, daerah yang memiliki tugu equatorial. Benar, Lipat Kain merupakan daerah yang dilalui garis khatulistiwa. Setelah di Lipat Kain, pengunjung berbelok ke kanan menuju Desa Gema yang berjarak 27 km dari Lipat Kain. , setelah sampai ke Desa Gema, pengunjung harus ke Desa Tanjung Belit sekitar 4-5 km. Perjalanan dari tempat parkir menuju lokasi membutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki.
Gambar 1. Salah satu air terjun batu dinding.
Gambar 2. Ini foto saya bersama salah satu sahabat saya.
Ketinggian air terjun berkisar 15-18 m. Tidak cukup tinggi memang, namun cukup memanjakan mata menyejukkan badan saat air nya membasahi badan, membuat betah mandi disana. Kedalaman air di bagian tepi sekitar 30 cm -1 m, jadi untuk anak - anak dapat bermain air dibagian tepi, sementara bagian didekat air terjun lumayan dalam yakni sekitar 2-3 meter.
Sedikit kekurangan dari wisata ini yaitu kebersihan lingkungan masih belum di jaga dengan baik karena Pemerintah setempat belum turun tangan mengelola air terjun ini, sehingga ada beberapa fasilitas seperti tong sampah belum banyak, dan sampah-sampah di sekitar tempat air terjun tidak dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Sekian penjelasan salah satu wisata di Riau, satu minggu lagi saya bakalan posting yang baru, so ditunggu yaa.. !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar